Cangwit Creative Space





Alphabeth merupakan pameran fotografi yang di adakan oleh mahasiswa dari ISI Surakarta. Pameran tersebut berlangsung selama 3 hari, mulai dari tanggal 8-10 Januari 2016. Pameran tersebut di hadiri oleh banyak pengunjung, dan mahasiswa lKOmunikasi Massa menjadi saah satunya. SElain melihat-lihat mameran foto kami juga di berikan materi oleh photograper  handal yaitu mas Zulfikarnair tentang fotographer.

Iklan Layanan Masyarakat - Jam Wajib Belajar



Ini adalah Tugas membuat Iklan Layanan Masyarakat dari Kelompok 2, yang beranggotakan Feri Yadi Pratama, Ajeng Sri Wulandari, Zahra Farida, Nopi Handayani, Elisa Bernadita, dan saya sendiri (Aulia Nissaa' Syarifah). Ini merupakan tugas dari mata kuliah Strategi Komunikasi Massa dari ibu Dosen ibu Dita. Kelompok kami mengambil judul Jam Wajib Belajar. Karena kami melihat pelajar-pelajar Indonesia saat ini sering sekali mengabaikan belajar. mereka hanya belajar waktu ada ulangan maupun ujian saja. Ya walaupun tidak semua tapi hampir sebagian besar seperti itu.

Mereka sering sekali sibuk dengan aktifitas lain selain belajar, padahal yang namanya tugas seorang pelajar adalah belajar. Saya bisa ngomong seperti ini bukan saya pintar atau gimana. karena saya dulu juga seperti itu, hehehe. Tiap mau belajar selalu di ingatkan oleh Papa dan Almh. Mama. Tapi kadang saya lakukan kadang tidak. Jujur saja, karena melihat televisi itu lebih menarik dari pada melihat tulisan-tulisan kecil di buku. Dan anehnya kenapa setiap belajar baru belajar 10 menit rasa kantuk mulai menyerang, dan pasti berakhir dengan tidur.

Maka dari itu kami membuat video Iklan Layanan Masyarakat tentang Jam Wajib Belajar ini agar pelajar Indonesia kembali melakukan aktivitas belajarnya dan meninggalkan aktivitas bermainnya. Karena kalian adalah masa depan  dari bangsa ini.

Mahasiswa Komunikasi Massa Adakan Event Peringatan Hari Gizi Nasional di Solo Baru


Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional, kelompok "Solo Mlangkah" dari mahasiswa Komunikasi Massa Politeknik Indonusa Surakarta adakan event yang bekerja sama dengan ibu-ibu kader Posyandu desa Madegondo, Grogol, Sukoharjo. Event tersebut di buat untuk mensosialisasikan tentang gizi bagi balita. Tak hanya mendatangkan bidan desa, tetapi juga mendatangkan ahli gizi dari Puskesmas Madegondo.

Ada banyak kegiatan yang diadakan seperti, penimbangan, pembagian vitamin bagi balita, pembagian PMT (Pemberi Makanan Tambahan), tak hanya itu ada juga seminar untuk pada orang tua. Banyak dari orang tua yang antusias dengan acara ini,

Nasi liwet, kuliner lezat namun tetap hemat di kantong.

Nasi liwet, hmmm.. siapa yang tak mengenal panganan khas se Solo raya ini. Bagi kamu warga Solo, Klaten, Sukoharjo tentu sudah sangat mengenal dengan makanan ini. Makanan yang hanya keluar di waktu pagi dan malam hari ini selalu ramai oleh para pengunjung. Makanan ini tak hanya enak tetapi juga murah dan mengenyangkan. Harganya relatif, mulai dari Rp 9.000 - Rp 20.000, tergantung pelengkap apa saja yang di gunakan.

Naaa.. kebetulan kemarin hari Kamis, 7 Januari 2015 kita Mahasiswa Politeknik Indonusa Surakarta berkesempatan mengunjungi sentra wisata pembuatan nasi liwet yang terletak di Duwet, Baki, Sukoharjo. Kita di perlihatkan cara membuat nasi liwet yang biasa mereka jajakan di sepanjang jalan. Awalnya saya berpikir pembuatan nasi liwet sangat mudah layaknya membuat nasi uduk, tetapi setelah melihat langsung ternyata pembuatannya sangat panjang. Untuk membuat nasi liwet saja memakan waktu hampi 3-4 jam.

Kelompok saya yang terdiri dari Saya (Aulia Nissaa' Syarifah), Zahra Farida, Feri Yadi Pratama, Nopi Handayani, Sucy Artika Putri, Eni Yuliani, menyambangi kediaman Ibu Inem. Ibu Inem merupakan pembuat sekaligus penjual nasi liwet yang beralamat di Ds. Jombor Rt 01 Rw 02, Duwet, Baki, Sukoharjo. Beliau berjualan di nasi liwet daerah pojokan patung Soekarno Pojokan Tanjung Anom (Depan Apotik Tanjung Anom). Beliau menekuni usaha nasi liwet sejak 5 tahun yang lalu.


Bahan-bahan yang di gunakan oleh Bu Inem tidak ada satu pun yang tebuang. Beliau menggunakan minyak pun tidak menghunakan minya yang di jual di pasaran, Bu Inem menggunakan minyak dari gajih ayam untuk menggoreng.

Brownis kukus yang bikin nagih




Hari ini lagi dapet rejeki nomplok dari adek, doi tau banget kalo gue doyan sama brownis, makanya tadi pas doi dateng ke kos gue di bawain ini sama dia. Awalnya agak males ya soalnya gue di kos kamar sendiri dan gue pikir gak ada yang bakal sanggup ngabisin tapi yang namanya rejeki gak boleh ditolak. Faktor anak kos juga hihihi..
Ini brownis yang bikin nagih


Dari luar aja udah menggoda banget, dan manggil-manggil buat di makan. Dan pas di buka, aduhai sekali baunya. dan rasanya beuh.. 


Oh iya geng yang mau tau alamatnya ini gue cantumin alamat toko brownisnya. So.. Happy eating..



LyLA Band lebih fresh dengan album baru


Hijrah ke label baru, grup band Lyla 'merayakannya' dengan merilis single baru berjudul "Kehabisan Waktu". Lagu yang sekaligus menjadi single perdana dari album ke-empat mereka yang rencananya akan segera dirilis tahun ini juga ini liriknya bercerita tentang sebuah hubungan asmara yang telah mencapai akhir dimana salah satunya merasa hubungan mereka suda tidak bisa dipertahankan lagi.



Kehabisan Waktu
 
dulu pernah kita
merancang mimpi tuk bersama
pertaruhkan pikiran
waktu, tenaga, dan segalanya
langit tak berwarna
bintang seakan sudah tak bercahaya
hujan tak mendinginkan
saat kau utarakan
kamu katakan kita kehabisan waktu
lanjutkan sajalah hidupmu tanpa aku
langit tak berwarna
bintang seakan sudah tak bercahaya
hujan tak mendinginkan
saat kau utarakan, saat kau jelaskan
kamu katakan kita kehabisan waktu
lanjutkan sajalah hidupmu tanpa aku
dan kamu katakan jalan kita tak menyatu
kuatkanlah hatimu
kamu katakan kita kehabisan waktu
lanjutkan sajalah hidupmu tanpa aku
dan kamu katakan jalan kita tak menyatu
kuatkanlah hatimu
lalu ku katakan kuatkanlah hatimu

Ini bentuk peringatan 10 November kami.


 
Mahasiswa Komunikasi Massa semester 5 mengadakan event peringatan Hari Pahlawan dalam bentuk upacara di dalam kereta api. Mereka membuat event dengan tema "Heroes Day On The Train". Acara tersebut dilakukan pada tanggal 10 November, yang di ikuti oleh 77 peserta. Acara tersebut diisi dengan berbagai lomba dan keseruan lainnya. Diantaranya, lomba kostum pahlawan, lomba selfie pahlawan, lomba puisi bertema perjuangan. Tak hanya itu para peserta dan juga panitia menggunakan kostum yang bertema pahlawan. ada yang memakai baju profesi hingga baju rakyat biasa yang berjuang membela kemerdekaan.



Mereka sangat antusias mengikuti acara tersebut. Banyak dari mereka yang memenangkan perlombaan yang diadakan oleh panitia. Acara tersebut di buat dalam rangka bentuk penghormatan untuk para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan. Diharapkan dengan adanya acara tersebut bisa memaknai arti perjuangan  para pahlawan.